1. Sekretariat COVID-19 Kabupaten Karangasem Pemantauan dilaksanakan setiap hari yang diikuti oleh Tim COVID-19 Kabupaten Karangasem mulai dari perkembangan COVID-19 Provinsi Bali maupun Kabupaten Karangasem, data Pekerja Migran Indonesia (PMI) Kabupaten Karangasem yang di data oleh tim Satgas kecamatan dan terinput di Posko Sekretariat COVID-19 Kabupaten Karangasem serta perkembangan kasus COVID-19 Kabupaten Karangasem mulai dari kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP) , Orang Tanpa Gejala (OTG), Pelaku Perjalanan, Konfirmasi dan Meninggal.

Selamat Pagi
Yth. Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karangasem.

Ijin melaporkan pelaksanaan kegiatan Pelatihan di BLK Karangasem hari Rabu,
03 Maret 2021 sebagai berikut :

  1. Penyemprotan desinfektan rutin sebelum kegiatan dimulai.
  2. Seluruh peserta mencuci tangan dan cek suhu tuhuh sebelum masuk ruangan
  3. Seluruh peserta wajib menggunakan masker selama kegiatan
  4. Kegiatan praktek dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan

Demikian dapat kami laporkan
Terimakasih

Update Jumlah Kasus COVID-19 di Kabupaten Karangasem, 1 Maret 2020 s / d 3 Maret 2021

STATUSKASUSSEMBUH
KASUS SUSPEK735719
MUNGKIN KASUS274199
KASUS KONFIRMASI15421367
KONTAK ERAT 55355298
PELAKU PERJALANAN 10991099
PMI KARANTINIA BERKELOMPOK 10301030
MUNGKIN MENINGGAL KASUS74
MENINGGAL KASUS KONFIRMASI71

Keterangan:

STATUSPENJELASAN
Kasus SuspekSeseorang yang memiliki kasus suspek pasien megalami           infeksi saluran pernapasan (ISPA),           demam (lebih dari atau sama dengan 38 derajat celcius) atau rawat inap; dan salah satu gejala atau tanda penyakit pernapasan, selain itu, pada14 hari terakhir memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di Negara / Wilayah Indonesia yang terdapat kasus konfirmasi Covid-19 dan atau memiliki riwayat kontak dengan kasus kasus konfirmasi Covid-19, Anda juga dinyatakan berstatus kasus suspek, mengalami ISPA berat atau pneumonia berat yang membutuhkan pengobatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain yang mendasari timbulnya gejala gejala Covid-19.  
Kasus KemungkinanKasus Probabe adalah kasus suspek dengan ISPA berat atau akut Respiratory Disease system (ARDS) atau meninggal dunia dengan diagnosis yang diatur sebagai Covid-19. Namun, belum ada hasil pemeriksaan laboratorium           Rapid Test           (RT) dan Polymerase Chain Reaction (PCR)           swab test.  
KASUS KONFIRMASISeseorang dapat dikategorikan dalam kasus konfirmasi ia positif terinfeksi virus Covid-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium rapid test dan PCR. Kasus konfirmasi menjadi 2 jenis, yakni kasus knfirmasi gejala (simtomatik) dan kasus gejala gejala (asimtomatik).  
  1. Pesan untuk Masyarakat:
  2. Satgas menghimbau kepada warga masyarakat yang baru pulang dari luar negeri dan luar daerah untuk melaksanakan karantina mandiri atau isolasi diri sendiri di rumah masing-masing minimal 14 hari dengan menerapkan protokol isolasi diri sendiri, dengan disiplin tanggung jawab untuk keselamatan masyarakat.
  3. Sesuai Pedoman kerahasiaan dan perlindungan data dalam penanggulangan COVID-19 bahwa data pasien yang terkait dengan data pribadi termasuk identitas individu seperti nama, alamat, nomor telepon dan data pribadi yang dapat mengidentivikasi seseorang dan keluarga tidak boleh boleh boleh boleh mewakili pihak ketiga untuk menjamin kerahasiaan dan data.
  4. Satgas menghimbau kepada seluruh masyarakat Bali, untuk tetap waspada bahkan meningkatkan kewaspadaannya karena penyebaran COVID-19 menunjukkan tren peningkatan di tingkat nasional. Berita COVID-19 yang ditanggapi dengan remeh, tetapi harus dengan kewaspadaan yang tinggi.
  5. Masyarakat juga melayani untuk terus mengikuti ajakan dan himbauan dari Pemerintah untuk membina jarak satu dengan lainnya, untuk mengurangi interaksi sekaligus mengurangi aktivitas- aktivitas di luar rumah.
  6. Dihimbau juga kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan percaya kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten / Kota), segenap Unsur TNI, Polri dan lembaga-lembaga lainnya yang sedang bergotong royong melakukan pencegahan.