1. Sekretariat COVID-19 Kabupaten Karangasem Pemantauan dilaksanakan setiap hari yang diikuti oleh Tim COVID-19 Kabupaten Karangasem mulai dari perkembangan akumulatif kasus Covid-19 di Kabupaten Karangasem diantaranya kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, kontak erat, pelaku perjalanan, PMI karantina berkelompok, meninggal kasus kata meninggal kasus mungkin. Memantau kegiatan satgas dimasing-masing kecamatan yang dilaporkan setiap harinya ke sekretariat gugus tugas kabupaten. Selain melakukan data, akumulatif perkembangan kasus COVID-19 di kabupaten karangasem petugas juga membuat grafik perkembangan pasien dalam perawatan dan tabel kasus COVID-19 di desa per kecamatan di Kabupaten Karangasem. Petugas Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga menyiapkan kelengkapan pemakaman dan membuat laporan pemakaman. Seluruh laporan setiap harinya akan diunggah di web infocorana.karangasemkab.go.id

Update Jumlah Kasus COVID-19 di Kabupaten Karangasem, 1 Maret 2020 s / d 12 Juni 2021

STATUSKASUSSEMBUH
KASUS SUSPEK1002996
MUNGKIN KASUS2  8619  9
KASUS KONFIRMASI19241820
KONTAK ERAT 67276650
PELAKU PERJALANAN 10991099
PMI KARANTINIA BERKELOMPOK 10301030
MUNGKIN MENINGGAL KASUS87
MENINGGAL KASUS KONFIRMASI94

Keterangan:

STATUSPENJELASAN
Kasus SuspekSeseorang yang memiliki kasus suspek pasien megalami             infeksi saluran pernapasan (ISPA),             demam (lebih dari atau sama dengan 38 derajat celcius) atau rawat inap; dan salah satu gejala atau tanda penyakit pernapasan, selain itu, pada14 hari terakhir memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di Negara / Wilayah Indonesia yang terdapat kasus konfirmasi Covid-19 dan atau memiliki riwayat kontak dengan kasus kasus konfirmasi Covid-19, Anda juga dinyatakan berstatus kasus suspek, mengalami ISPA berat atau pneumonia berat yang membutuhkan pengobatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain yang mendasari timbulnya gejala gejala Covid-19.  
Kasus KemungkinanKasus Probabe adalah kasus suspek dengan ISPA berat atau akut Respiratory Disease system (ARDS) atau meninggal dunia dengan diagnosis yang diatur sebagai Covid-19. Namun, belum ada hasil pemeriksaan laboratorium             Rapid Test             (RT) dan Polymerase Chain Reaction (PCR)             swab test.  
KASUS KONFIRMASISeseorang dapat dikategorikan dalam kasus konfirmasi ia positif terinfeksi virus Covid-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium rapid test dan PCR. Kasus konfirmasi menjadi 2 jenis, gejala gejala gejala (simtomatik) dan gejala gejala (asimtomatik).  

Pesan untuk Masyarakat:

  1. Satgas menghimbau kepada warga masyarakat yang baru pulang dari luar negeri dan luar daerah untuk melaksanakan karantina mandiri atau isolasi diri sendiri di rumah masing-masing minimal 14 hari dengan menerapkan protokol isolasi diri sendiri, dengan disiplin tanggung jawab untuk keselamatan masyarakat.
  2. Sesuai Pedoman kerahasiaan dan perlindungan data dalam penanggulangan COVID-19 bahwa data pasien yang terkait dengan data pribadi termasuk identitas individu seperti nama, alamat, nomor telepon dan data pribadi yang dapat mengidentivikasi seseorang dan keluarga tidak boleh boleh boleh boleh mewakili pihak ketiga untuk menjamin kerahasiaan dan data.
  3. Satgas menghimbau kepada seluruh masyarakat Bali, untuk tetap waspada bahkan meningkatkan kewaspadaannya karena penyebaran COVID-19 menunjukkan tren peningkatan di tingkat nasional. Berita COVID-19 yang ditanggapi dengan remeh, tetapi harus dengan kewaspadaan yang tinggi.
  4. Masyarakat juga melayani untuk terus mengikuti ajakan dan himbauan dari Pemerintah untuk membina jarak satu dengan lainnya, untuk mengurangi interaksi sekaligus mengurangi aktivitas- aktivitas di luar rumah.
  5. Dihimbau juga kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan percaya kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten / Kota), segenap Unsur TNI, Polri dan lembaga-lembaga lainnya yang sedang bergotong royong melakukan pencegahan.

LAPORAN HARIAN KECAMATAN