HUMAS KARANGASEM – Kabupaten Karangasem berkesempatan ikut serta dalam organisasi ICCN (Indonesia Creative Cities Network). Simpul organisasi lintas komunitas kreatif dengan jejaring di lebih dari 200 kabupaten/kota di Indonesia ini, menginisiasi sebuah program terpadu berskala nasional sebagai aksi tanggap darurat untuk merespon kondisi dalam negeri akibat pandemi Covid-19. Program yang dinamai “Aksi Bersama Bantu Sesama”. Dalam kesempatan ini, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, memaparkan program terpadu pemulihan yang dirancang dalam rangka masa recovery nanti.

Program tersebut, dipaparkan Bupati Mas Sumatri saat peluncuran program ICCN ini, yang dilakukan secara teleconference lewat aplikasi zoom, Jumat (15/5). Dalam paparannya, Bupati Mas Sumatri menjelaskan berdasarkan prediksi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, penyebaran virus ini puncaknya terjadi bulan Mei 2020 ini dan berakhir Juni 2020. Sehingga, langkah persiapan pemulihan telah dan sedang dipersiapkan. Namun tidak gegabah, karena dilakukan berhati-hati melihat perkembangan data kasus.

Jika data kasus sejak awal terjadi di Karangasem hingga akhir Juni memang telah menunjukkan tren penurunan,maka pelonggaran dimulai secara bertahap. Sebab, catatan besarnya adalah bahwa vaksin Covid-19 saat ini belum ditemukan. Jadi belum betul-betul terbebas dari ancaman Covid-19.

Dalam proses recovery khusus pada hotel, bila ada permintaan dari kalangan pengusaha hotel, akan dipertimbangkan buka. Namun dengan jumlah wisatawan yang dibatasi. Pihak hotel sebelumnya harus menunjukkan kesiapannya melaksanakan protokol kesehatan. Pihaknya akan menyiapkan list-nya. Bila siap dan setuju dengan pola itu, baru akan dizinkan untuk buka. Demikian pula dengan restoran hingga warung yang selama ini tutup/tidak aktif akan mulai buka. Namun pengunjung dibatasi, masih tetap diutamakan untuk tidak makan di tempat. Jarak fisik antar orang harus tetap diatur, juga dengan protokol kesehatan yg telah berjalan selama ini, seperti semuanya harus pakai masker.

“Objek wisata yang selama ini juga tutup, akan dibuka, namun dengan jumlah pengunjung yang terbatas dalam satu waktu agar tidak terjadi kerumunan. Akan diupayakan agar tiket masuk dijual terlebih dahulu, sehingga dalam satu hari jumlah yang datang dibatasi,” Bupati Mas Sumatri.

Sementara untuk sekolah, pada prinsipnya pembelajaran jarak jauh yang sudah berjalan tidak ditinggalkan. Siswa akan masuk sekolah bergantian/diatur harinya. Ruangan kelas harus dipastikan
agar jarak antar siswa aman. Semua pakai masker, tidak ada kontak fisik satu sama lain.

Selanjutnya, langkah lainnya yang harus dilakukan adalah memastikan kembali protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Misalnya di pasar tradisional, perkantoran, tempat publik lainnya. Pengawasan melekat tetap berjalan, melalui sinergi antara aparat pemerintah dengan masyarakat adat, dibantu komunitas relawan.

Pemberian Stimulus untuk UMKM

Penanganan dan penyelamatan usaha akibat Covid-19, dilakukan dengan pemberian stimulus penguatan modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Koperasi. Tempat ibadah, juga mulai dibuka. Namun tidak boleh ada kontak fisik, pakai masker, jumlah umat terbatas/bergantian.

Warga yang terkena PHK, PMI yang balik ke Bali akan diberikan pelatihan pertanian, kerajinan dan wirausaha lainnya. Dibuatkan kelas pelatihan kelas kecil, dibantu dengan pembelajaran jarak jauh. “Mereka jangan sampai menganggur atau tidak punya penghasilan. Mereka diarahkan agar dapat menjual produk/jasanya menggunakan media sosial/online,” kata Mas Sumatri.

Masyarakat didorong untuk sebisa mungkin mengkonsumsi produk lokal, agar terjadi pergerakan ekonomi daerah. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar semakin digalakkan pemerintah, baik untuk menangkal Covid-19 ataupun penyakit menular lainnya. Dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat, pelaku usaha, petani, pelajar, lanjut usia, semua pihak lainnya.