Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karangasem

Laporan Perkembangan Covid-19 di Kabupaten Karangasem

Dari data tercatat per hari ini Selasa, Tanggal 28 April 2020, pukul 12.00 wita

  1. Jumlah kumulatif pasien positif yang terkonfirmasi di wilayah Kabupaten Karangasem sebanyak  12 orang (ada penambahan 5 kasus positif): 3 orang (25%) merupakan imported cases (Pekerja Migran Indonesia/PMI) dan 9 orang (75%) merupakan transmisi lokal.

Dari 12 orang kasus positif: 2 pasien positif masih menjalani perawatan (1 orang di RSPTN Udayana dan 1 orang di RS Bali Mandara), 7 orang menjalani karantina di Bapelkes Denpasar dan 3 orang (25%) sudah dinyatakan sembuh.

Saat ini, 3 orang yang sudah dinyatakan sembuh, telah menjalani karantina di tempat yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem.

Sebaran Kasus per wilayah Kecamatan

No Kecamatan Asal Kasus Sembuh Meninggal CFR (%)
1 Karangasem 6 1 0 0
2 Manggis 0 0 0 0
3 Abang 1 1 0 0
4 Kubu 0 0 0 0
5 Bebandem 5 1 0 0
6 Sidemen 0 0 0 0
7 Selat 0 0 0 0
8 Rendang 0 0 0 0
Total 12 3 0 0
  • Jumlah kumulatif pasien positif asal Kabupaten Karangasem yang terkonfirmasi saat kedatangan dan langsung ditangani di Denpasar  sebanyak 7 orang (1 orang pelaku perjalanan dan 6 orang PMI).

Dari 7 orang kasus positif tersebut : 1 orang masih dalam perawatan (RSPTN Udayana), 2 orang masih menjalani karantina di Bapelkes Denpasar dan 4 orang sudah dinyatakan sembuh.

Saat ini, 4 orang yang sudah dinyatakan sembuh: 1 orang telah menjalani karantina di tempat yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem, 3 orang menjalani karantina mandiri.

Sebaran Kasus per wilayah Kecamatan

No Kecamatan Asal Kasus Sembuh Meninggal CFR (%)
1 Karangasem 4 3 0 0
2 Manggis 0 0 0 0
3 Abang 1 1 0 0
4 Kubu 1 0 0 0
5 Bebandem 1 0 0 0
6 Sidemen 0 0 0 0
7 Selat 0 0 0 0
8 Rendang 0 0 0 0
Total 7 4 0 0
  • Tidak ada penambahan ODP (orang dalam pemantauan) sehingga jumlah kumulatif ODP  sebanyak 71 orang : 9 orang perawatan RSUD Karangasem (1 orang PMI, 6 orang non pelaku perjalanan, 1 orang pelaku perjalanan wilayah transmisi lokal dan 1 orang bekerja luar daerah Karangasem), 1 orang isolasi mandiri, 61 selesai pemantauan (Discarded) dan tidak ada ODP terkonfirmasi positif Covid-19.
  • Tidak ada penambahan PDP (pasien dalam pengawasan) sehingga jumlah kumulatif PDP sebanyak 14 orang (selesai pengawasan/Discarded).
  • Tidak ada penambahan OTG (orang tanpa gejala)/kontak erat sehingga jumlah kumulatif OTG sebanyak 110 orang terdiri dari 95 orang isolasi mandiri dan 15 orang selesai pemantauan.

Sampai hari ini, jumlah OTG/kontak erat  yang diperiksa laboratorium sebagai berikut:

  • Rapid Test I: 110 OTG, 4 reaktif ( lanjut swab PCR: 3 konfirmasi positif Covid-19)
  • Rapid Test II: 56 OTG, 5 reaktif ( lanjut swab  PCR: 5 konfirmasi positif Covid-19)

Jadi, dari 110 OTG/kontak erat yang dipantau ditemukan sebanyak 8 orang (7,27%) terkonfirmasi positif Covid-19.

  • Hingga hari ini jumlah pelaku perjalanan tercatat 1.070 orang (ada penambahan 10 orang yang baru terdata/lapor): 264 orang masih dalam pemantauan dan melaksanakan isolasi mandiri.

Pada hari ini juga ada pemeriksaan Rapid Test II sebanyak 2 orang (2 orang reaktif) selanjutnya besok akan direncanakan pemeriksaan swab di RSUD Karangasem

Dari 1.070 orang pelaku perjalanan ditemukan 3 orang (0,28%) terkonfirmasi positif Covid-19.

  • Sedangkan jumlah PMI (Pekerja Migran Indonesia) asal Kabupaten Karangasem yang melaksanakan karantina di tempat yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem sebanyak 224 (tidak ada penambahan), 223 orang terpantau sampai hari ini dalam keadaan sehat dan 1 orang masih dalam perawatan di RSUD Karangasem.
  • Pemerintah Kabupaten Karangasem dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus mengupayakan agar kasus transmisi lokal di Kabupaten Karangasem tidak bertambah. Upaya yang dilakukan berupa sosilisasi dan himbauan kepada masyarakat agar menghindarkan diri dari perkumpulan orang banyak serta tetap disiplin untuk menggunakan masker, jaga jarak, rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, dan penerapan PHBS, hal ini dilakukan karena semata-mata kita semua tidak ada yang tahu siapa yang sebenarnya positif terinfeksi.