Keterangan Pers

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, selaku koordinator Satgas Bidang Kesehatan Penanganan Covid-19, menyampaikan perkembangan Penanganan Virus Disease Corona 2019 (Covid-19) di Kabupaten Karangasem pada hari Kamis, 30 April 2020 pukul 15.00 wita.

  1. Update Kasus
  2. Jumlah kumulatif pasien positif 13 orang (ada penambahan 1 kasus konfirmasi): 4 orang (30,77%) merupakan imported cases  dan 9 orang (69,23%) merupakan transmisi lokal.

Dari 13 orang kasus positif: 6 orang (46,15%) menjalani karantina di Bapelkes Denpasar dan 7 orang (53,85%) sudah dinyatakan sembuh..

Hari ini, 1 orang yang sudah dinyatakan sembuh (transmisi lokal), saat ini menjalani karantina di tempat yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem.

  • Jumlah kumulatif pasien positif asal Kabupaten Karangasem terkonfirmasi saat kedatangan  di Bali/Denpasar dan langsung ditangani di Denpasar sebanyak 8 orang

Dari 8 orang kasus positif: 2 orang masih dalam perawatan (RSPTN Udayana), 1 orang masih menjalani karantina di Bapelkes Denpasar dan 5 orang sudah dinyatakan sembuh

Hari ini, tidak ada tambahan kasus yang dinyatakan sembuh, sampai saat ini ada dan  2 orang menjalani karantina di tempat yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem dan 3 orang menjalani karantina mandiri.

  • Tidak ada pasien yang meninggal karena Covid-19.
  • Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 2 orang yang berada di rumah sakit rujukan dan 7 orang dikarantina di Bapelkes Denpasar. Sebagian besar pasien ini dilaporkan dalam kondisi fisik yang baik/sehat, hanya saja harus melakukan prosedur isolasi dan harus kembali diperiksa SWAB-nya untuk selanjutnya bisa dinyatakan sembuh. Mari kita doakan bersama, agar semuanya bisa sembuh dalam waktu yang secepatnya.
  • Keseluruhan jumlah kasus positif ini dapat di rinci PMI/pelaku perjalanan sebanyak 12 orang (57,1 % imported case ) sedangkan 9 orang (42,86 % ) merupakan transmisi lokal.
  • Ada penambahan ODP (orang dalam pemantauan) sebanyak 3 orang sehingga jumlah kumulatif ODP  sebanyak 78 orang : 6 orang perawatan RSUD Karangasem (4 orang non pelaku perjalanan, 1 orang pelaku perjalanan wilayah transmisi lokal dan 1 orang bekerja luar daerah Karangasem), 2 orang isolasi mandiri dan 70 selesai pemantauan (Discarded) dan tidak ada ODP terkonfirmasi positif Covid-19.
  • Tidak ada penambahan PDP (pasien dalam pengawasan) sehingga jumlah kumulatif PDP sebanyak 15 orang (1 orang dalam perawatan RSUD Karangasem dan 14 selesai pengawasan/Discarded).
  • Ada penambahan OTG (orang tanpa gejala)/kontak erat sebanyak 164 orang sehingga jumlah kumulatif OTG sebanyak 311 orang terdiri dari 285 orang isolasi mandiri, 11 orang isolasi terpusat dan 15 orang selesai pemantauan.

Sampai hari ini, jumlah OTG/kontak erat  yang telah diperiksa laboratorium sebagai berikut:

  • Rapid Test I: 291 OTG, 16 reaktif (RT PCR: 3 konfirmasi positif Covid-19)
  • Rapid Test II: 56 OTG, 5 reaktif (RT PCR: 5 konfirmasi positif Covid-19)

Jadi, dari 311 OTG/kontak erat yang dipantau ditemukan sebanyak 8 orang (5,44%) terkonfirmasi positif Covid-19.

  • Hingga hari ini jumlah pelaku perjalanan tercatat 1.083 orang (ada penambahan 1 orang yang baru terdata/lapor): 265 orang masih dalam pemantauan dan melaksanakan isolasi mandiri.

Dari 1.083 orang pelaku perjalanan ditemukan 4 orang (0,37%) terkonfirmasi positif Covid-19.

  1. Sedangkan jumlah PMI (Pekerja Migran Indonesia) asal Kabupaten Karangasem yang melaksanakan karantina di tempat yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem sebanyak 174 (34 orang telah selesai pemantauan/rapid test negative pada tanggal 29 April 2020), seluruhnya terpantau sampai hari ini dalam keadaan sehat
  1. Update Kebijakan
  2. Karena adanya peningkatan kasus yang signifikan secara epidemiologi di wilayah Kelurahan Padangkerta, maka Pemerintah Kabupaten Karangasem mengambil kebijakan anatara lain:
  3. Melakukan skrining dengan pemeriksaan rapid test pada seluruh anggota masyarakat di sebagian wilayah lingkungan Padangkerta Kaler sebanyak 181 orang yang dilaksanakan hari ini tanggal 30 April 2020.
  4. Setelah hasil Rapid Test diketahui maka bagi anggota masyarakat di sebagian wilayah lingkungan Padangkerta Kaler yang hasil Rapid Test reaktif, sambil menunggu swab akan dilakukan karantina terpusat di BLK Pering Gianyar (sesuai hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali)
  5. Sesuai dengan Undang-undang No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, untuk mengurangi penyebaran suatu wabah maka diputuskan di sebagian wilayah Lingkungan Padangkerta Kaler akan dilakukan karantina rumah, dengan ketentuan
  6. Pelaksanaan karantina rumah dibawah pengawasan Satgas Kelurahan Padangkerta, Satgas Gotong Royong Lingkungan Padangkerta Kaler dan aparat TNI/Polri.
  7. Anggota masyarakat di sebagian wilayah Lingkungan Padangkerta Kaler diharapkan untuk disiplin melaksanakannya.
  8. Setiap anggota masyarakat agar melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah antara lain: mencuci tangan lebih sering dengan sabun dan air setidaknya 20 detik atau menggunakan hand sanitizer, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci, jangan berjabat tangan, hindari interaksi fisik dekat dengan orang yang memiliki gejala sakit, tutupi mulut saat batuk dan bersin dengan lengan atas dan ketiak atau dengan tisu, bersihkan dan berikan desinfektan secara berkala pada benda- benda yang sering disentuh dan pada permukaan rumah dan perabot (meja, kursi, dan lainlain), gagang pintu, dan lain-lain.
  9. Pemerintah Kabupaten Karangasem akan menjamin semua kebutuhan pokok selama pelaksanaan karantina rumah di sebagian wilayah Lingkungan Padangkerta Kaler
  10. Akan dilakukan desinfeksi secara serentak di seluruh lingkungan sekitar Lingkungan Padangkerta Kaler.
  11. Selain itu Pemerintah Kabupaten Karangasem juga mengambil kebijakan terhadap kasus konfirmasi positif yang telah dinyatakan sembuh maka pemulangannya akan dijemput oleh petugas Pemkab Karangasem dan selanjutnya akan ditempatkan pada lokasi karantina yang telah disediakan oleh Pemkab Karangasem selama 14 hari.
  12. Bagi PMI yang menjalani karantina akan dilakukan pemeriksaan Rapid Test ke II pada hari ke 14, bila hasil Non Reaktif maka akan dipulangkan ke rumah masing-masing dengan dibekali multivitamin dan surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan, sedangkan bagi yang hasilnya reaktif, maka akan di karantina kembali di Balai Latihan Kerja Pering, Gianyar (sesuai hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali).
  13. Himbauan
  14. Mengingat ditemukan kasus orang tanpa gejala, Untuk memutus rantai penyebaran virus Corona maka perlunya semua pihak melanjutkan dengan penuh disiplin untuk menggunakan masker di tempat terbuka, karena penggunaan masker memiliki dua (2) fungsi. Pertama, yakni bagi yang sakit (batuk dan flu) maka percikan/ droplex akan tertahan oleh masker yang menyebabkan percikan itu tidak akan keluar dan mengenai orang lain. Kedua, penggunaan masker bagi yang sehat maka akan terhindar (terutama pada wajah bagian hidung, mulut dan mata) dari percikan dari orang lain.
  15. Untuk menghindari penularan virus Corona maka kita harus disiplin/rajin untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Karena penyebaran virus yang menempel pada benda tertentu yang kemudian kita sentuh dan menempel pada tangan akan lebih mudah larut melalui sabun dan air mengalir.
  16. Hindari menyentuh bagian wajah terutama hidung, mulut dan mata setelah menyentuh benda tertentu dan sebelum mencuci tangan. Karena tiga indera dalam tubuh kita tersebut akan memudahkan bagi virus corona untuk masuk ke tubuh.
  17. Selain itu bagi rekan-rekan pelaku perjalanan/pekerja migran Indonesia, agar setelah 14 hari menjalani masa karantina diharapkan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah.